Canda Cak Imin saat Bicara Krisis Fiskal: Untung AMIN Tak Menang, Tak Stres

author
1 minute, 41 seconds Read

Jakarta – Ketua Umum (Ketum) PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin berbicara soal krisis fiskal yang masih menjadi permasalahan serius bagi pemerintah. Cak Imin pun berkelakar dirinya dan pasangannya, Anies Baswedan, beruntung tak memenangkan pilpres lalu.

Hal itu diutarakan Cak Imin dalam arahannya di acara ‘Pembekalan Bacakada Zona Maluku dan Papua’ di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Minggu (5/5/2024). Cak Imin mengatakan pemerintah perlu mengantisipasi setidaknya tiga tantangan serius.

“Pertama, krisis fiskal, negara ini terancam akan kekurangan pendapatan negara. Pajak sebagai sumber utama sudah hampir kesulitan mengatasi sumber pendapatan, akhirnya kita mengeluarkan SUN (surat utang negara),” kata Cak Imin.

Cak Imin menilai sulitnya pendapatan negara dari pajak. Ia kemudian menyinggung WNI yang pulang dari luar negeri dan barangnya digeledah di Bea Cukai.

“Saking sulitnya pendapatan negara dari pajak, bahkan orang pulang dari luar negeri sekarang digeledah. Betul apa betul? Untung yang hadir jarang ke luar negeri jadi tidak merasakan itu. Kalaupun toh Gazam keluar negeri tidak sempat belanja apapun uangnya juga pas-pasan ha-ha-ha,” ujarnya berkelakar.

“Saking sulitnya cari pendapatan digeledah, netizen protes, digeledah kayak pencuri. Bahkan terakhir salah seorang yang digeledah itu marah dan tas yang berharga mahal itu disobek di depan pegawai Bea Cukai,” tambahnya.

Lebih lanjut, Cak Imin menyinggung heboh barang hibah untuk sekolah luar biasa (SLB) tertahan di Bea Cukai. Dia lantas berkelakar merasa beruntung tak memenangkan pilpres lalu.

“Dan ada yang lebih parah, barang-barang kiriman TKI dari luar negeri ditahan bertahun-tahun, barang-barang yang digunakan untuk sekolah luar biasa, mengalami hambatan untuk sekolah luar biasa sampai 2 tahun. Saking sulitnya mendapatkan pendapatan nasional. Untung AMIN nggak menang sehingga nggak stres seperti itu, ketawa aja,” tuturnya.

Cak Imin mengatakan krisis fiskal tersebut menjadi tantangan pertama yang dihadapi RI. Ia pun memberi arahan kepada bakal calon kepala daerah (bacakada) pandai mengalkulasikan perencanaan yang tepat dalam pembangunan.

“Sehingga kita harus betul-betul pandai mengkalkulasi perencanaan yang tepat dan baik sehingga efisiensi sekaligus kepandaian menentukan skala prioritas di dalam pembangunan. Krisis fiskal ini bukan hal yang masih dalam asumsi tetapi ini sudah menjdi fakta di depan mata kita kesulitan yang akan kita hadapi,” tutupnya.

Similar Posts