Rekomendasi dan Pergerakan Pasar Saham IHSG Hari Ini Jelang Pilpres 2024

author
1 minute, 24 seconds Read

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi menguat pada perdagangan Senin (12/02/2024), seiring sentimen pemilu 2024 dan pemilu presiden 2024 pada 14 Februari 2024. Analis juga merekomendasikan sejumlah pemilihan saham.

William Surya Wijaya, Managing Director Yugen Bertumbu Sekuritas, PTTOGEL mengatakan aura positif akan terlihat pada pola pergerakan IHSG sejak sepekan menjelang Festival Demokrasi Nasional.

IHSG juga didukung oleh data ekonomi seperti cadangan devisa. “Dalam jangka panjang, IHSG masih dalam tren naik. Jika ada kemungkinan koreksi kecil, investor masih bisa memanfaatkannya untuk melakukan pembelian kumulatif, terutama pada saham-saham yang fundamentalnya kuat,” jelasnya dalam rilis riset.

Sementara itu, IHSG menutup pekan pendek 5-7 Januari 2024 dengan pelemahan 0,05% menjadi 7.2385,15 dari pekan sebelumnya 7.238,78. Investor asing memborong saham jelang libur Isra Mikraj dan Imlek meski IHSG melemah. Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat aksi beli bersih atau net buy yang dilakukan investor asing sepanjang tahun ini sebesar Rp 12,38 triliun hingga penutupan perdagangan Rabu (2 Juli 2024).

Saham yang paling banyak diminati asing pada pekan ini adalah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.(BMRI) dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.(BBRI) dengan nilai beli bersih masing-masing Rp 1,1 triliun. Sedangkan saham BMRI menguat 4,51% secara mingguan ke Rp 6.950, sedangkan saham BBRI menguat 2,63% ke Rp 5.850 per saham.

1Jika melihat pemilu tahun-tahun sebelumnya secara historis, IHSG selalu mengalami kenaikan. Misalnya saja pada pemilu 2004, IHSG menguat sebesar 2,32%

Pada pemilu 2009 pada periode yang sama, IHSG menguat sebesar 8,30%. Berikutnya, IHSG menguat 2,54% pada pemilu 2014, sedangkan pada pemilu 2019 hanya menguat 0,48%.

Oktavianus Audi, Head of Customer Literacy and Education Kiwoom Sekuritas, mengatakan pergerakan IHSG pada pekan ini cenderung terbatas dan cenderung menguat karena pelaku pasar diperkirakan akan menunggu menjelang pemilu 2024.

“Meski demikian, dengan dirilisnya data inflasi Amerika Serikat [US] Januari 2024 yang “diperkirakan tetap di level
,
3,4% YoY, diperkirakan The Fed akan terus bertindak agresif,” kata Audi, Minggu ( 11) kepada Bisnis /2/2024).

Similar Posts